cerita tentang liburan sekolah
Liburan Sekolah: Petualangan Mengesankan di Kampung Halaman Nenek
Liburan sekolah semester lalu menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam hidupku. Bukan karena perjalanan mewah ke luar negeri, melainkan karena kesempatan menghabiskan waktu di kampung halaman nenek, sebuah desa kecil yang damai dan jauh dari hiruk pikuk kota. Nama desa itu Ngawi, terletak di Jawa Timur, sebuah daerah yang kaya akan budaya dan keindahan alam.
Perjalanan dimulai dengan kereta api dari Jakarta. Pemandangan sawah hijau yang membentang luas, rumah-rumah tradisional dengan atap genteng merah, dan sungai-sungai kecil yang berkelok-kelok menjadi teman setia sepanjang perjalanan. Suasana pedesaan yang tenang dan asri langsung menyambutku begitu tiba di stasiun Ngawi. Nenek sudah menunggu di sana, senyumnya hangat dan pelukannya erat, menghilangkan rasa lelah setelah perjalanan panjang.
Hari pertama di Ngawi, aku langsung diajak berkeliling desa. Nenek dengan sabar menceritakan sejarah desa, tradisi-tradisi unik yang masih dijaga, dan legenda-legenda yang turun temurun diceritakan dari generasi ke generasi. Kami melewati jalan-jalan setapak yang dikelilingi oleh pepohonan rindang, menyapa para tetangga yang ramah, dan menyaksikan aktivitas sehari-hari masyarakat desa.
Salah satu hal yang paling menarik perhatianku adalah sawah. Sawah di Ngawi tidak hanya sekadar ladang tempat menanam padi, tetapi juga merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Aku melihat para petani bekerja keras di bawah terik matahari, menanam bibit padi dengan teliti, membersihkan rumput liar, dan mengairi sawah dengan sistem irigasi tradisional. Nenek menjelaskan bahwa sawah adalah sumber kehidupan, bukan hanya untuk pangan, tetapi juga untuk ekonomi dan budaya.
Aku juga berkesempatan belajar tentang proses menanam padi. Mulai dari membajak sawah dengan bantuan kerbau, menanam bibit padi secara manual, hingga memanen padi dengan menggunakan sabit. Pengalaman ini sangat berharga karena aku bisa merasakan langsung bagaimana beratnya perjuangan para petani dalam menghasilkan beras yang setiap hari kita makan. Aku juga belajar menghargai makanan dan tidak membuang-buangnya.
Selain sawah, Ngawi juga memiliki sungai yang jernih dan sejuk. Sungai ini menjadi tempat favorit anak-anak desa untuk bermain dan berenang. Aku pun tidak mau ketinggalan. Bersama sepupu-sepupuku, kami menghabiskan waktu berjam-jam di sungai, berenang, bermain air, dan mencari ikan kecil. Air sungai yang dingin dan segar menghilangkan rasa penat setelah seharian bermain di sawah.
Nenek juga sering mengajakku ke pasar tradisional. Pasar di Ngawi sangat berbeda dengan pasar modern di kota. Di sini, aku bisa menemukan berbagai macam hasil bumi segar, seperti sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, dan ikan air tawar. Para pedagang sangat ramah dan selalu siap menawarkan dagangan mereka dengan senyum. Aku juga berkesempatan mencicipi berbagai macam jajanan tradisional yang lezat, seperti getuk, tiwul, dan cenil.
Salah satu pengalaman kuliner yang paling berkesan adalah memasak bersama nenek. Nenek mengajariku cara membuat berbagai macam masakan tradisional Ngawi, seperti nasi pecel, soto ayam kampung, dan sayur lodeh. Bahan-bahan yang digunakan semuanya segar dan berasal dari kebun sendiri atau pasar tradisional. Aku belajar bahwa masakan tradisional tidak hanya lezat, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan tradisi yang kuat.
Selain beraktivitas sehari-hari, saya juga berkesempatan mengikuti beberapa acara adat yang diadakan di desa tersebut. Salah satunya adalah upacara bersih desa, yaitu upacara yang bertujuan untuk membersihkan desa dari segala jenis penyakit dan wabah penyakit. Upacara ini melibatkan seluruh masyarakat desa dan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti doa bersama, pertunjukan kesenian tradisional, dan makan bersama.
Selama liburan di Ngawi, aku juga belajar banyak tentang kehidupan sosial masyarakat desa. Masyarakat desa sangat menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong, saling membantu, dan menjaga kerukunan. Mereka selalu siap membantu tetangga yang sedang kesulitan, berbagi rezeki, dan menjaga kebersihan lingkungan. Aku merasa kagum dengan keharmonisan dan kebersamaan yang ada di desa.
Tidak hanya itu, aku juga belajar tentang pentingnya melestarikan budaya dan tradisi. Masyarakat Ngawi sangat bangga dengan budaya dan tradisi mereka. Mereka selalu berusaha untuk menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi tersebut agar tidak hilang ditelan zaman. Aku merasa terinspirasi untuk ikut serta dalam melestarikan budaya dan tradisi Indonesia.
Salah satu tempat yang paling berkesan adalah Benteng Van Den Bosch, atau yang lebih dikenal dengan Benteng Pendem. Benteng ini merupakan peninggalan sejarah dari zaman penjajahan Belanda. Meskipun sebagian bangunan sudah rusak, benteng ini masih menyimpan banyak cerita tentang masa lalu. Aku merasa merinding ketika membayangkan bagaimana perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Selain itu, aku juga mengunjungi Waduk Pondok. Waduk ini merupakan tempat wisata yang populer di Ngawi. Aku menikmati pemandangan waduk yang indah, bermain air, dan mencicipi berbagai macam makanan dan minuman yang dijual di sekitar waduk. Waduk Pondok menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati keindahan alam Ngawi.
Liburan di Ngawi tidak hanya sekadar liburan, tetapi juga merupakan perjalanan spiritual dan emosional. Aku belajar banyak tentang kehidupan, budaya, dan tradisi. Aku juga belajar menghargai alam, menghormati orang tua, dan mencintai tanah air. Pengalaman ini akan selalu aku kenang dan menjadi bekal berharga dalam menjalani hidup.
Sebelum kembali ke Jakarta, aku berjanji kepada nenek untuk sering-sering mengunjungi Ngawi. Aku ingin terus belajar tentang budaya dan tradisi desa, membantu masyarakat, dan menikmati keindahan alamnya. Ngawi telah menjadi bagian dari diriku, dan aku akan selalu merindukannya. Liburan sekolah di kampung halaman nenek telah membuka mataku tentang arti pentingnya keluarga, tradisi, dan cinta tanah air. Pengalaman ini jauh lebih berharga daripada sekadar liburan mewah ke tempat-tempat wisata modern. Aku merasa lebih kaya dan beruntung bisa merasakan kehangatan dan keindahan kehidupan di desa Ngawi.

