sekolahaceh.com

Loading

7 sekolah kedinasan yang mudah masuknya

7 sekolah kedinasan yang mudah masuknya

7 Sekolah Kedinasan yang Relatif Lebih Mudah Dimasuki: Peluang Karir Gemilang di Depan Mata

Sekolah kedinasan menjadi incaran banyak lulusan SMA/SMK karena menjanjikan prospek karir yang stabil dan terjamin setelah lulus. Selain itu, biaya pendidikan yang ditanggung pemerintah menjadi daya tarik tersendiri. Namun, persaingan untuk masuk sekolah kedinasan sangat ketat. Meskipun demikian, ada beberapa sekolah kedinasan yang secara statistik dan berdasarkan pengalaman peserta, memiliki tingkat kesulitan masuk yang relatif lebih rendah dibandingkan yang lain. Perlu diingat bahwa “lebih mudah” bukan berarti mudah tanpa usaha. Persiapan matang dan strategi yang tepat tetap krusial. Berikut tujuh sekolah kedinasan yang perlu Anda pertimbangkan:

1. Politeknik Statistika STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik)

STIS merupakan sekolah kedinasan di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS). Sekolah ini menawarkan program studi Diploma III dan Diploma IV di bidang statistika. Lulusan STIS diproyeksikan untuk bekerja di BPS di seluruh Indonesia, memainkan peran penting dalam pengumpulan, pengolahan, dan analisis data statistik untuk pengambilan kebijakan pemerintah.

  • Alasan Relatif Lebih Mudah: Meskipun memiliki reputasi yang baik, STIS memiliki kuota penerimaan yang cukup besar dibandingkan beberapa sekolah kedinasan lain yang lebih populer. Selain itu, fokus utama pada bidang statistika membuat persaingan mungkin tidak sekompetitif sekolah yang menawarkan program studi yang lebih umum. Materi ujian juga cenderung terfokus pada kemampuan kuantitatif dan logika, yang dapat dipersiapkan dengan latihan intensif.
  • Persyaratan Umum: Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna (total maupun parsial), usia maksimal 22 tahun pada tanggal 1 September tahun pendaftaran, nilai matematika minimal 80 pada ijazah SMA/SMK (atau setara), belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan. Persyaratan detail dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi.
  • Proses Seleksi: Seleksi STIS umumnya terdiri dari beberapa tahapan, termasuk seleksi administrasi, tes potensi akademik (TPA), tes kemampuan dasar (TKD), tes psikologi, dan tes kesehatan. Beberapa tahun terakhir juga menerapkan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang juga digunakan dalam CPNS.
  • Tips Persiapan: Fokus pada penguasaan materi matematika, logika, dan kemampuan verbal. Latihan soal-soal TPA dan TKD secara rutin. Jaga kesehatan fisik dan mental. Cari informasi sebanyak mungkin tentang STIS dan BPS.

2. Politeknik Transportasi Darat Indonesia – STTD (PTDI-STTD)

PTDI-STTD, yang sebelumnya dikenal sebagai STTD, adalah sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan yang berfokus pada pendidikan di bidang transportasi darat. Sekolah ini menawarkan berbagai program studi Diploma III dan Diploma IV, seperti Transportasi Darat, Transportasi Jalan, dan Perkeretaapian. Lulusan PTDI-STTD akan ditempatkan di berbagai instansi di bawah Kementerian Perhubungan, seperti Dinas Perhubungan dan perusahaan transportasi.

  • Alasan Relatif Lebih Mudah: PTDI-STTD memiliki beberapa kampus yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, sehingga kuota penerimaan secara keseluruhan cukup besar. Selain itu, minat terhadap bidang transportasi darat mungkin tidak sepopuler bidang lain seperti keuangan atau kepolisian, sehingga tingkat persaingan relatif lebih rendah.
  • Persyaratan Umum: Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna (total maupun parsial), usia maksimal 23 tahun pada tanggal 1 September tahun pendaftaran, tinggi badan minimal (bervariasi tergantung program studi), belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan. Persyaratan detail dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi.
  • Proses Seleksi: Seleksi PTDI-STTD umumnya terdiri dari seleksi administrasi, SKD (Seleksi Kompetensi Dasar), tes kesehatan, tes kesamaptaan, dan tes psikologi.
  • Tips Persiapan: Persiapkan diri untuk SKD dengan mempelajari materi TWK, TIU, dan TKP. Latih fisik untuk menghadapi tes kesamaptaan. Jaga kesehatan dan mental. Cari informasi sebanyak mungkin tentang PTDI-STTD dan Kementerian Perhubungan.

3. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) & Politeknik Imigrasi (POLTEKIM)

POLTEKIP dan POLTEKIM merupakan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Hukum dan HAM yang mendidik calon petugas pemasyarakatan dan imigrasi. POLTEKIP fokus pada pengelolaan lembaga pemasyarakatan, rehabilitasi narapidana, dan pengawasan keamanan. POLTEKIM fokus pada pengawasan lalu lintas orang asing, penegakan hukum keimigrasian, dan pelayanan keimigrasian.

  • Alasan Relatif Lebih Mudah: Meskipun persaingannya tetap ketat, POLTEKIP dan POLTEKIM memiliki kuota yang cukup signifikan. Selain itu, minat terhadap profesi petugas pemasyarakatan dan imigrasi mungkin tidak setinggi profesi lain seperti polisi atau tentara, sehingga tingkat persaingan relatif lebih rendah.
  • Persyaratan Umum: Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna (total maupun parsial), usia minimal 17 tahun dan maksimal 23 tahun pada tanggal 1 Januari tahun pendaftaran, tinggi badan minimal (bervariasi tergantung jenis kelamin), belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan. Persyaratan detail dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi.
  • Proses Seleksi: Seleksi POLTEKIP dan POLTEKIM umumnya terdiri dari seleksi administrasi, SKD (Seleksi Kompetensi Dasar), tes kesehatan, tes kesamaptaan, tes psikologi, dan wawancara.
  • Tips Persiapan: Persiapkan diri untuk SKD dengan mempelajari materi TWK, TIU, dan TKP. Latih fisik untuk menghadapi tes kesamaptaan. Jaga kesehatan dan mental. Cari informasi sebanyak mungkin tentang POLTEKIP, POLTEKIM, dan Kementerian Hukum dan HAM.

4. Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) – Program Studi Tertentu

PKN STAN adalah sekolah kedinasan di bawah Kementerian Keuangan yang sangat populer. Namun, tidak semua program studi di PKN STAN memiliki tingkat kesulitan yang sama. Beberapa program studi, seperti Diploma III Pajak Bumi dan Bangunan/Penilai dan Diploma III Kebendaharaan Negara, cenderung memiliki tingkat persaingan yang relatif lebih rendah dibandingkan program studi Diploma IV Akuntansi atau Diploma III Pajak.

  • Alasan Relatif Lebih Mudah: Minat terhadap program studi yang lebih spesifik, seperti Pajak Bumi dan Bangunan/Penilai atau Kebendaharaan Negara, mungkin tidak setinggi minat terhadap program studi yang lebih umum seperti Akuntansi atau Pajak. Hal ini dapat mengurangi tingkat persaingan untuk program studi tersebut.
  • Persyaratan Umum: Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna (total maupun parsial), usia maksimal 21 tahun pada tanggal 1 September tahun pendaftaran, nilai rata-rata ujian pada ijazah SMA/SMK minimal 70, belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan. Persyaratan detail dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi.
  • Proses Seleksi: Seleksi PKN STAN umumnya terdiri dari seleksi administrasi, SKD (Seleksi Kompetensi Dasar), Tes Potensi Akademik (TPA), dan Tes Bahasa Inggris (TBI). Beberapa tahun terakhir juga menerapkan Tes Kemampuan Bidang (TKB) untuk program studi tertentu.
  • Tips Persiapan: Persiapkan diri untuk SKD dengan mempelajari materi TWK, TIU, dan TKP. Latih soal-soal TPA dan TBI secara rutin. Pertimbangkan untuk memilih program studi yang memiliki tingkat persaingan yang relatif lebih rendah.

5. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)

STMKG adalah sekolah kedinasan di bawah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mendidik calon ahli di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi. Lulusan STMKG akan ditempatkan di BMKG di seluruh Indonesia.

  • Alasan Relatif Lebih Mudah: STMKG memiliki fokus yang sangat spesifik pada bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Hal ini mungkin membuat minat terhadap sekolah ini tidak sepopuler sekolah kedinasan lain yang menawarkan program studi yang lebih umum. Selain itu, kuota penerimaan STMKG cukup besar.
  • Persyaratan Umum: Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna (total maupun parsial), usia maksimal 23 tahun pada tanggal 1 September tahun pendaftaran, nilai matematika dan fisika minimal 70 pada ijazah SMA/SMK (atau setara), belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan. Persyaratan detail dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi.
  • Proses Seleksi: Seleksi STMKG umumnya terdiri dari seleksi administrasi, SKD (Seleksi Kompetensi Dasar), tes potensi akademik (TPA), tes kemampuan bidang (TKB) Fisika, tes kesehatan, dan wawancara.
  • Tips Persiapan: Fokus pada penguasaan